Minggu, 19 Juni 2011

Redesigned





Design lama www.visualphilology.co.cc udah diganti tepat jam 12 malam menjelang hari minggu.

Sebenarnya ga ada masalah ama desain lama yang udah bertahan hampir dua tahun, cuma entah kenapa gw ngerasa butuh "fresh start" dari delete deviant-art, situs ini (untung ga jadi delete haha) dan laen-laen.

Pemikiran ini muncul entah darimana setelah selesai UAS senin minggu lalu, tepat dimana gw langsung K.O gara-gara begadang nyelesein tugas ditambah ngerjain UAS. Gw mulai mikir kalo terus-terusan sakit kapan gw hidup enak. Jadi gw coba dengan fresh start mungkin gw bisa berbenah diri (lagi) supaya kedepanya jadi lebih lancar & jaya abadi.

ini desain lama yang gw ganti :

hampir 80% isinya gw hapus, sisain yang penting di draft haha...

cukup sedih juga... soalnya sempet google page ranknya lumayanlah... sekarang balik lagi nol gede deh

but its okay... Everythin's gonna be allright... Everythin's gonna be allright


Bookmark and ShareSubscribe

Sabtu, 13 November 2010

The Voice Defines the Person

Setelah Membaca beberapa artikel di internet... saya merasa terkesima dengan apa yang dapat ditelaah/diteliti dari jenis suara atau jenis vokal

Seperti apa Pribadi seseorang dapat dilihat dari bagaimana cara bicaranya.... dari gesture bicaranya juga... contohnya Orang yang pemalu cenderung lebih banyak diam... oleh karena itu pita suaranya tidak terlalu berkembang sehingga pada saat bicara pun suaranya menjadi lebih kecil.

Beberapa orang memiliki suara yang lantang dan besar, Mereka pun sadar tak sadar Bangga dengan suaranya yang lantang tersebut setidaknya mereka tak akan merasa malu ketika berbicara dengan siapapun... Rata-rata orang yang bersuara Seperti ini lebih terbuka dengan orang lain

Sadarkah kalian bahwa bagi seseorang yang sering tertawa... bersenandung... berbicara lebih sering, mereka memiliki suara yang cenderung besar (tidak membicarakan tinggi rendah hanya kualitas dan kejelasan dari cara bicara seseorang) Hal tersebut bukanlah karena berkah tapi karena Pita suara adalah otot, tepatnya Otot Cricothyroid, dan layaknya otot lain pada tubuh otot ini pun dapat berkembang....

Suara yang berkarakter ada dua jenis... Merdu (cool) dan Kasar (rock hahaha not quite the right term but so what)....

sadar ga sadar suara yang merdu rata-rata dimiliki Seseorang yang hidupnya teratur atau terlihat lebih kalem, sedangkan suara kasar biasanya dimiliki seseorang yang terlihat lebih emosional...

Kenapa?? kenapa seperti itu tentu saja kita kembali ke pribadi orang tersebut

Orang yang Calm cenderung sering berbicara dengan nada lembut dan santai,

Orang yang emosional lebih sering tertawa... menggunakan pita suaranya dengan kasar (seperti teriak jika marah) tentu saja hal tersebut melukai pita suara hal tersebut berulang-ulang terjadi hingga akhirnya sang pita suara yang terus-terusan menyembuhkan diri pun tak mampu menghilangkan bekas luka.... inilah yang membuat suara orang menjadi serak...

orang yang emosional, mereka cenderung berubah-ubah kualitas suaranya... sangat terlihat seperti apa kondisi hatinya dari cara bicaranya...

Orang yang Kalem, Mereka cenderung santai selalu cool dan jarang bisa ditebak kondisi hatinya karena secara pribadi mereka memang tak mau menunjukanya

Sangat menarik bahwa suara pun bisa mempengaruhi kondisi/perkembangan psikologis seseorang.


Bookmark and ShareSubscribe

Senin, 18 Mei 2009

5W + 1H dan Pengaplikasianya...

18 Mei 2009, Bima Aria Shiddiq

5W + 1H, Sebuah konsep…

Konsep yang menentukan keutuhan isi dari suatu cerita, pertama kali kukenal lewat sebuah buku karya Tony Masdiono.

Konsep tersebut mengatakan bahwa setiap cerita harus mempunyai unsur 5W1H, (who) Siapa yang diceritakan, (what) Apa yang Diceritakan, (how) Bagaimana cara menceritakanya, (when) Kapan terjadinya, (why) Kenapa cerita itu terjadi, (dimana) Where terjadinya. Tentu saja dengan hal-hal ini sebuah cerita akan terlihat jelas dan baik. Namun apakah kita pernah berpikir apa yang membuatnya menjadi baik?

Dulu waktu pertama kenal konsep ini, saya langsung saja menganggapnya baik, tanpa pikir panjang saya selalu menggunakanya untuk membuat cerita komik. Kini saya menyadari suatu hal. Kenapa saya tidak bertanya atas dasar apa konsep itu dibuat, padahal “Kenapa” merupakan bagian dari konsep tersebut. Jadi Saya bertanya kepada diri saya sendiri, Apa yang menyebabkan 5W 1H menjadi dasar dalam membuat cerita yang baik, Kenapa bisa demikian, darimana asalnya pemikiran tersebut.

Dengan mudahnya saya mendapat sebuah jawaban yang sebenarnya dari dulu berada di depan mata saya. Keenam unsur tersebut adalah logika dasar pemikiran kita dalam kehidupan sehari-hari.

Sebuah contoh jika kita hanya sekedar bertanya

“Who” anggaplah kita bertemu seorang sahabat disuatu tempat. Disini kita merupakan pemeran utama.

“Where” anggaplah kita secara tak sengaja melihatnya bergelantungan diatas pohon cemara.

Penglihatanlah yang mendasari kedua hal ini. Inilah yang membuat pembaca kita bisa membayangkan situasi yang sedang berlangsung. (segi Imajinasi, saat kita tak melihat pasti kita akan membayangkan)

“Why” Saat berjumpa dengan seorang teman kita biasanya bertanya “habis darimana coy”, setelah itu biasanya kita bertanya untuk apa dia berada di tempat yang sama dengan kita contohnya
“lo lagi ngapain diatas pohon”

Apa sih yang mendasari kita bertanya hal ini? Tentu saja keingin-tahuan , Keingin-tahuan itu berdasarkan pada “kebingungan”, jelas pasti kita bingung kenapa sampai bisa teman kita berada diatas pohon cemara oleh karena itu kita ada kemungkinan kita akan bertanya “lagi apa sih lo, ga ada kerjaan banget”

“How” Bagaimana caranya teman kita bisa berada di tempat itu…. Karena teman kita ini merupakan manusia, jelas saja kita akan bingung bagaimana dia naek ke pucuk pohon cemara dan otomatis bertanya “Gimana lo naek mpe atas-atas gitu sih? kek monyet aja”

“When” Kapan kejadianya? Saat kita bertemu teman kitalah jelas

“What” bisa berarti “apa yang sedang terjadi” == jelas Bertemu seorang teman
Bisa juga berarti “apa yang sedang teman kita lakukan == Gelantungan di pohon

“Where” Bisa dari sudut pandang kita dibawah pohon
Bisa juga dari sudut pandang teman kita yang sedang bergantung-gantung seperti monyet.

Hal diatas adalah kelengkapan informatif, yang lebih menjelaskan situasi didalam cerita bisa berupa emosi, kondisi tempat dll melengkapi segi imajinatif dari cerita.
(Segi Informasi, saat kita tidak mengetahui kita akan bertanya. Supaya orang ga bingung pastinya kita akan berusaha memberitahukan secara detail informasi yang ada.)

Jika saja ada kekurangan dalam menjelaskan Situasi secara imajinatif dan informatif, akan membingungkan pembaca.

Penggunaan 5W + 1H akan menghasilkan Imajinasi yang diperkuat oleh informasi, Itulah mengapa konsep ini merupakan dasar untuk membuat cerita menjadi lebih baik.

Pengaplikasian 5 W + 1H dalam bidang lain

Sekarang ini konsep ini telah dipergunakan lebih luas lagi, contohnya mentor-mentor seminar self help. Dua Seminar yang pernah saya hadiri “memperkenalkan” 5W + 1H dalam versi yang berbeda(sebetulnya saya sudah sangat kenal konsep ini), pada waktu itu konsepnya diartikan sebagai berikut. (jawaban saya ga usah dipedulikan)

Who “Siapakah Anda”
Gw bima

What “Apakah yang ingin anda lakukan di dunia/Apa Cita-cita anda”
Pelukis Ternama

Why “Kenapa anda melakukanya”
Karena saya menyukai hal tersebut dan saya merasa bisa mencapainya

Jadinya konsep ini karena pada dasarnya merupakan logika dari tindakan kita sehari-hari dalam menghadapi pelbagai hal, hanya saja kita tidak sadar. Masih banyak Contoh pengaplikasian konsep ini dalam pekerjaan lainya,

Sebagai contoh adalah, ketika wawancara kerja, pekerjaan yang berhubungan dengan jurnalistik, Matematika dan Fisika [ (What = Dit :) ( Bagaimana = Rumus : ) (Jawab: ) sisanya mendekati segi filosofis dari ilmu tersebut], tentu saja Filsafat juga yang ilmunya penuh dengan argumen.

konsep ini juga dapat membuat kita berpikir sistematis dalam banyak hal yang kita hadapi.

Semoga artikel ini berguna bagi yang membaca dan menambah wawasan


Bookmark and ShareSubscribe

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons